Kamis, 25 Oktober 2012

SETELAH TIGA HARI, GADIS ASAL ATAMBUA DITEMUKAN DI KOTA BARU

SETELAH TIGA HARI, GADIS ASAL ATAMBUA DITEMUKAN DI KOTA BARU

Seorang gadis asal Atambua-Timor, sebut saja namanya Bunga (16) ditemukan di Kota Baru-Ende-NTT setelah tiga hari menghilang. Bunga menghilang sejak Sabtu (29/9.2012) pagi di Pelabuhan Lorens Sai – Maumere dan ditemukan dalam keadaan kelaparan. Sabtu pagi itu, siswi kelas X SMK St. Elisabeth Lela-Maumere baru saja pulang berobat di Kampung halamannya. Ia menumpang Kapal Bukit Siguntang di Kupang pada Jumat (28/9/2012) dan tiba di Maumere Sabtu pagi. Sejak turun dari Kapal, Bunga menghilang dan handphonenya tidak aktif sehingga mencemaskan seluruh keluarganya baik yang ada di Atambua maupun di Maumere.
            Sebelum berangkat dari Kupang, Bunga mengirim pesan singkat kepada saudaranya di Maumere untuk menjemputnya di Pelabuhan. Tetapi saat menanti saudaranya, seorang Ojek yang tidak dikenal memaksa korban untuk dihantar ke Lela. Ojek tersebut mengangkat tas dan barang lain milik korban sehingga korban terpaksa menaiki motor Ojek tersebut. Ketika saudaranya mencari Bunga di Pelabuhan, korban sudah tidak ada. Karena handponenya tidak aktif, saudaranya menanyakan keberadaan Bunga di Asrama susteran SSpS Lela. Hingga sore hari, korban belum juga masuk asrama. Karena itu, keluarga dan kenalannya di Maumere mulai mencari Bunga di kenalan-kenalannya.
            Pencarian Bunga dilanjutkan hingga Minggu (30/9/2012) malam melibatkan Kepolisian Sikka, Staf Divisi Perempuan TRUK-F dan keluarga serta kenalannya. Pencarian ke berbagai tempat yang dicurigai tidak membuahkan hasil sementara HP korban masih tetap nonaktif. Senin pagi sekitar pukul 7.30, korban mengirim SMS kepada saudara dan orangtuannya bahwa dia berada di Kota Baru-Ende bagian Utara. Segera setelah mendapat SMS, keluarga dan kenalannya berangkat menuju Kota Baru. Korban ditemukan di jalan dekat Kantor Camat Kota Baru dan segera dibawa ke rumah dinas Camat Kota Baru. Dengan bantuan Camat setempat, korban korban yang dalam keadaan depresi dilarikan ke Puskesmas Kota Baru untuk mendapatkan perawatan. Bunga kemudian dibawa ke Rumah Aman TRUK-F di Maumere sebelum dilarikan ke Rumah Sakit St. Elisabeth Lela karena masih sering pingsan.
            “Sabtu pagi saya terpaksa mengikuti Ojek karena dia ambil barang-barang saya. Saya takut karena dalam tas saya ada uang dua setengah juta rupiah. Dia (Ojek) memang tidak kasar dengan saya selama dalam perjalanan, tetapi ketika melewati cabang menuju Lela dia jalan terus. Saya memberitahu dia kalau cabang ke Lela sudah lewat, tetapi dia mengatakan kita akan lewat jalan pintas. Lalu dia bawa terus saya hingga ke Detusoko dan kemudian ke arah utara menuju Kota Baru. Sampai di Kota Baru sekitar jam empat sore lalu dia menyuruh saya turun dan minta bayaran seratus ribu rupiah. Karena sudah sore, ada satu ibu yang mengajak saya menginap di rumahnya,” cerita Bunga sambil menangis.
Vester Eko, staf Divisi Perempuan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK F) mengatakan bahwa selama dua malam korban menginap di rumah seorang ibu yang tidak dikenalnya. Sejak ditemukan korban sering pingsan dan berteriak histeris. Selain itu korban belum bisa menceritakan kejadian ini karena masih trauma. Dari hasil visum, memang tidak ada tanda-tanda kekerasan tetapi korban mengalami trauma. Selain trauma, uang korban hanya tersisa satu juta tiga ratus rupiah dari sebelumnya dua juta lima ratus ribu rupiah.
Eko menambahkan bahwa kejadian seperti ini sering terjadi di Maumere. Banyak perempuan dan anak-anak yang dibawa lari orang tak dikenal. Kita mesti lebih waspada dan jangan cepat percaya dengan bujuk rayu orang lain karena perdagangan orang di Sikka cukup tinggi. Sikka juga merupakan daerah yang rawan kekerasan kepada perempuan dan anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar